Selasa, 09 April 2019

Perkembangan Teknologi Abad 20

Teknologi Informasi - Gubernur: Teknologi Informasi RSSA Harus Maju



Google Image - Perkembangan Teknologi Abad 20



Perkembangan Teknologi Abad 20 - MALANG  Teknologi informasi di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang mesti sudah modern dan dapat dengan gampang diakses masyarakat, terutama bersangkutan informasi dari lokasi tinggal sakit. Hal tersebut yang diinginkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat menyaksikan dari dekat layanan di RSSA Malang, Senin (8/4).
Gubernur berharap, manajemen RSSA Malang menambah teknologi informasi. Khususnya berhubungan layanan informasi untuk pasien penderita penyakit jantung. Bentuknya, papar Khofifah, hasil diagnosa penyakit jantung dapat diketahui diseluruh lokasi tinggal sakit kepunyaan Pemprov Jatim.

"Begitu berlalu diperiksa, hasilnya langsung dapat diketahui secara online," kata Khofifah didampingi pimpinan RSSA Malang.

Dijelaskannya, mantan Mensos ini pernah mendatangi sebuah lokasi tinggal sakit kecil di Tangerang. Meski di wilayah terpencil namun teknologi yang diterapkan lokasi tinggal sakit itu lumayan maju.

"Saya ini sering mendatangi rumah sakit A, B, C, D. Tapi kebetulan di Tangerang tersebut kok lokasi tinggal sakitnya lumayan maju," paparnya.

Baca Juga : 

Untuk memberikan fasilitas pelayanan untuk masyarakat, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang memaksimalkan kualitas dan percepatan layanan. Hal itu adalahsalah satu upaya, bagaimana Rumah Sakit di Jawa Timur dapat menjadi pusat referensi dan layanan kesehatan.

“Harapannya, tidak melulu di Indonesia. Sebab, RSSA ini pun sudah masuk dalam international hospital,” jelas dia.

Saat ini, RSSA Malang adalah salah satu lokasi tinggal sakit tipe A yang terdapat di Jawa Timur. Banyak masyarakat yang merekomendasikan percepatan pelayanan yang ada, laksana Magnetic Resonance Imaging (MRI). “Kebutuhan perangkat kesehatan ini memang mendesak. Kami berharap, lokasi tinggal sakit dapat menyiapkan pusat-pusat unggulan layanan kesehatan,” terangnya.
Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan, ketika ini, RSSA sudah memiliki pusat unggulan guna transplantasi ginjal pun transplantasi hati. “Apa yang menjadi unggulan mesti lebih di support. Baik dari tenaga medis, perangkat kesehatan, bahkan guna building,” papar dia.

Sementara itu, Direktur RSSA Malang Restu Tjahyani menuliskan, ketika ini informasi soal pasien baru dapat diberikan untuk keluarganya. Sebagai contoh, hasil diagnosa penyakit jantung pasien diserahkan melalui jaringan WA. "Baru sekedar informasi internal antara dokter dan family pasien," cerah dia. (tea/has/aim).

Baca Juga :

logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar