Kamis, 18 April 2019

Perkembangan Teknologi Berdampak Buruk Terhadap Kehidupan Sosial

Perkembangan Teknologi Berdampak Buruk Terhadap Kehidupan Sosial - Level Baru Konektifitas 5G Level Baru Konektifitas 5G



Google Image - Perkembangan Teknologi Berdampak Buruk Terhadap Kehidupan Sosial



Perkembangan Teknologi Berdampak Buruk Terhadap Kehidupan Sosial - Perkembangan teknologi informasi begitu dahsyat. Belum tuntas masyarakat dunia menikmati teknologi jaringan generasi keempat (4G), sekarang sebanyak negara sudah menapak memasuki era 5G. Inovasi yang ditawarkan teknologi nirkabel 5G itu bukan sebatas mengubah layanan berkomunikasi menjadi jauh lebih cepat, tapi juga mengubah pola hidup manusia.

Sebab kehadiran 5G akan mengubah segalanya, mulai dari mesin pemanggang roti hingga smartphone, dari mobil listrik hingga jaringan listrik, dari aplikasi game sampai sekian tidak sedikit layanan publik pemerintah. Sejauh ini Korea Selatan (Korsel) menjadi negara pertama di dunia yang kali kesatu memperkenalkan jaringan 5G pada Jumat (5/4). Amerika Serikat (AS) sudah menguji coba 5G untuk layanan hotspot di sejumlah kota.

Jepang juga mengembangkan 5G secara terbatas pada 2019 sebelum memulai layanan sarat ketika Olimpiade Tokyo tahun depan. Indonesia sudah memasukkannya dalam rencana strategis dan akan diputuskan pada 2019 ini. Untuk diketahui, sistem 5G membuat smartphone memiliki konektivitas yang 20 kali lebih cepat bila dibandingkan dengan 4G sampai-sampai semua pemakai dapat mengunduh seluruh file film hanya dalam masa-masa tidak lumayan dari satu detik.

Teknologi 5G akan membawa level baru konektivitas yang ditenagai kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Teknologi 5G ini juga sangat urgen untuk masa mendatang perkembangan sekian tidak sedikit perlengkapan mulai dari kendaraan self-driving hingga lalu lintas pengiriman data guna pihak lain secara realtime, industri robot, drone, smart city, dan bagian lain dari sekian tidak sedikit hal bersangkutan internet.

“Itu menjadikan 5G bagian penting infrastruktur masa depan dan standar 5G diperkirakan membawa deviden | laba ekonomi global sekitar USD565 miliar pada 2034,” ungkap pernyataan aliansi industri Global System for Mobile Communications yang berbasis di London. Salah satu dampak yang akan dirasakan dengan kehadiran sistem 5G merupakan semakin meningkatnya kualitas smart city. Pasalnya internet yang cepat menjadi salah satu komponen utama dalam mewujudkan kota cerdas.

Dengan jaringan 5G yang lebih cepat, kenyamanan warga di smart city pun semakin meningkat. Direktur Eksekutif Smart Cities Council Adam Beck menjelaskan, smart city merupakanperbaikan tentang bagaimana masyarakat saling berkomunikasi, teknik merealisasikan kepemimpinan kolaboratif, kiat bekerja lintas bidang dan sistem kota, serta bagaimana menggunakan data dan mengintegrasikan sekian tidak sedikit teknologi.

Berdasarkan penjelasan dari Beck, kontrol smart di seluruh aspek kehidupan kota bertujuan mengubah lingkungan kota dalam bidang transportasi, infrastruktur, lingkungan, utilitas, gedung, dan kehidupan warga. Beberapa bentuk dari smart city itu antara lain penerapan gedung ramah lingkungan, manajemen gedung secara otomatis, kontrol akses, turbin angin di atap gedung, turbin angin vertikal, kontrol polusi udara, panel surya terintegrasi gedung, jaringan listrik smart, dan deteksi kebocoran bahan kimia.

Baca Juga :

Konsep smart city juga terkaitdengan pengawasan situasi kemudian lintas, manajemen sampah, tempat parkir smart, deteksi dini gempa bumi, pemantauan air limbah, jaringan wifi kota, deteksi kebocoran air, pencegahan tanah longsor, jalan smart dan kontrol lantas lintas, pencahayaan smart, mode transportasi bertenaga listrik, serta keamanan terhadap kebakaran.
Itu artinya, lanjut Beck, smart city selain membuat kota leih nyaman guna warganya, pun membuat kota yang lebih aman, baik dalam perlindungan komprehensif, respons cepat maupun penyelesaian masalah secara efisien. “Lima stra tegi untuk menciptakan smart city merupakan mengembangkan visi dan kapasitas untuk inovasi, keseluruhan permintaan, metrik kelestarian yang ketat, menerapkan model keuangan baru, dan sekian tidak sedikit proyek transformasi kota,” ujar Beck.

Salah satu kota yang menerapkan smart city merupakan Dubai. Penggunaan sekian banyak  software smartphone untuk layanan kota telah menghemat estimasi pengeluaran di kota tersebut sampai USD1 miliar. Barcelona yang menerapkan smart city sejak 2014 mendapat untuk dengan terciptanya 56.000 lapangan kerja baru, munculnya 1.500 perusahaan baru, kolaborasi mobile yang menghasilkan USD1,6 miliar, telework yang menguntungkan USD199 juta, parkir cerdas yang memberi deviden | laba USD67 juta, air cerdas yang menghemat estimasi USD58 juta, dan pencahayaan cerdas yang menghemat estimasi USD47 juta.

Managing Director IT dan Datacenter Huawei Australia Neil Evans menjelaskan, smart city dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. Berdasarkan penjelasan dari dia, ada dua bagian utama dalam smart city, yakni pusat regulasi dan pusat layanan. “Pusat regulasi bersangkutan dengan manajemen kota, manajemen lantas lintas, respons darurat, e-government, dan lainnya. Adapun pusat layanan berbasis pada cloud platform dalam pemerintahan, pertumbuhan industri yang lebih sehat, layanan inklusif, dan kehidupan yang lebih baik,” ujar Evans.

Dia mencontohkan, cloud keuangan dapat menciptakan pengalaman real time, cerdas, dan lebih personal untuk masing-masing nasabah. Layanan bank pun dapat dilakukan di mana pun, baik dalam layanan rekening, layanan pemakai selama 24/7, rekomendasi personal maupun keuangan inklusif. “Perusahaan masa depan akan menggabungkan kelebihan kompetitif dan ekologi, baik dalam kepemimpinan teknis, elastisitas organisasi, inklusivitas maupun inovasi kelembagaan,” paparnya.

logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar