Senin, 29 April 2019

Perkembangan Teknologi China

Perkembangan Teknologi China  - Hoaks Terus Beredar di Masa Tenang Pilpres 2019, Bagaimana Melawannya?



Google Image - Perkembangan Teknologi China



Perkembangan Teknologi China - Jelang pemungutan suara pada 17 April 2019, berita hoaks terus mengalir deras. Masyarakat dibuat bingung dengan pencekokan ragam informasi yang tak valid, terutama seputar politik.

Berdasarkan penjelasan dari pengamat Teknologi Informasi (TI) Ruby Alamsyah, dalam menghadapi situasi ini, setiap pribadi di masyarakat hendaknya dapat mengerjakan proses klarifikasi.

"Bagi yang dapat mengerjakan klarifikasi teknis secara IT, bantu rekannya, kerabatnya untuk men-counter. Atau guna masyarakat awam,paling tidak dia harus mencari informasi pembanding lainnya. Apakahtersebut di media atau di internet," kata Ruby guna Liputan6.com, Senin (15/4/2019).

Perangkat untuk mendeteksi kabar hoaks, kata dia, sebenarnya sudahada di sejumlah platform internet. Hanya saja itu perlu disosialisasikan guna masyarakat.

"Misalnya, informasi hoaksnya foto, simpel, sudah ada tools-nya. Yaitu Google Images. Kan bisa submit foto yang di-broadcast (jadi viral). Apakah tersebut potret pribumi dengan narasi yang ada, dan apakah sudah ada yang klarifikasi," jelas Ruby.

Namun yang tersulit, menurutnya bersangkutan dengan narasi. Kendatiurusan tersebut dapat dicari melewati proses klarifikasi denganpelbagai tahapan.

"Sebenarnya enggak sulit-sulit amat. Kalau terbiasa searching Google,tersebut simpel. Kalau berupa narasi saja, itu copy paste aja satu kalimat atau satu alinea, di submit di Google. Itu sangat tidak akanada counter-counter-nya," ujar dia.

Ruby mengungkapkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)sebetulnya memiliki perangkat untuk menggali benar tidaknya suatu informasi. Begitu pun dengan komunitas maupun instasi lain. Namun semuatersebut tidak dilangsungkan maksimal lantaran ada kendalanya.

"Kendalanya mereka (dianggap) tidak dapat mengindikasikan independensinya. Misalnya komunitas, terkesan pihak tertentu. Kalau Kemenkominfo, (anggapan publik) mengarah ke salah satu pasangan," ucap Ruby.

Untuk itu, dia berpandangan dari sudut IT, secara teknologi dapat diciptakan platform yang dapat menjadi tools untuk mendeteksi hoaks. Agar masyarakat dapat mengecek kebenaran suatu informasi.

"Itu udah ada teknologinya dan dibuat platform tertentu. Agar ini dapat dipakai secara luas," ucap dia.


Baca Juga : OJK: Fintech Harus Punya Manfaat Untuk Perekonomian Nasional
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar