Senin, 08 April 2019

Perkembangan Teknologi di Indonesia

Perkembangan Teknologi di Indonesia - Di dalam Program Robotika Reboot Google 


Google Imagre - Perkembangan Teknologi di Indonesia


Perkembangan Teknologi di Indonesia - Pada 2013, perusahaan mengawali upaya ambisius dan mencolok untuk membikin robot. Kini, tujuannya lebih simpel, melainkan teknologinya secara halus lebih maju.

PANDANGAN GUNUNG, California - Google membisu sudah memperlengkapi kembali program robotika yang ambisius melainkan bermasalah yang pernah dipimpin oleh seorang eksekutif yang meninggalkan perusahaan di tengah tuduhan pelecehan seksual

Mulai tahun 2013, perusahaan dunia dunia online menghabiskan puluhan juta dolar untuk membeli enam robotika start-up di Amerika Serikat dan Jepang. Proyek ini meliputi dua regu yang berspesialisasi dalam mesin yang menonjol dan bergerak seperti manusia. Dengan anggukan pada tekad besar Google, Andy Rubin, wakil presiden bidang teknik yang melaksanakan upaya itu, menyebutnya Replicant. (Istilah ini mulanya diterapkandipakaidiaplikasikan dalam film fiksi ilmiah \"Blade Runner.\")

Sedikit yang timbul. Selama sebagian tahun selanjutnya, Google memasarkan perusahaan yang diakuisisi atau menutupnya. Yang paling tenarfamiliar dari klasifikasi itu, Boston Dynamics, dibeli oleh konglomerat Jepang SoftBank dan masih berprofesi pada robot yang bergerak seperti manusia atau binatang. Mr. Rubin meninggalkan Google pada 2014 sesudah tuduhan pelecehan.

Google berkumpul kembali, dan memastikan kembali konsentrasinya pada mekanisme robot rumit. Itu sudah membangun kembali programnya selama sebagian tahun terakhir, dengan robot yang jauh lebih simpel ketimbang mesin berbentuk humanoid yang tergantung di dinding di dalam laboratorium Mr. Rubin.

Upaya baru ini disebut Robotika di Google. Ini meliputi banyak insinyur dan peneliti yang berprofesi di bawah Tuan Rubin, dan dipimpin oleh Vincent Vanhoucke, seorang ilmuwan utama di Google. Vanhoucke, seorang peneliti kelahiran Prancis, yaitu tokoh kunci dalam pengembangan Google Brain, lab kecerdasan buatan sentra perusahaan. Timnya baru-baru ini pindah ke lab baru di kampus utama Google di Mountain View.

New York Times baru-baru ini memberikan pandangan pertama pada sebagian teknologi yang sudah dijalankan perusahaan.
Sementara mesin mungkin tak semenarik robot humanoid, para peneliti Google percaya bahwa teknologi yang lebih maju secara halus di dalamnya memberi mereka lebih banyak potensi di dunia kongkritriil. Perusahaan sedang memaksimalkan sistem untuk robot-robot ini untuk mempelajari keterampilan mereka sendiri, seperti memilah-milah obyek yang tak diketahui atau menavigasi gudang yang penuh dengan halangan tidak terduga.

Lab baru Google menampakkan upaya yang lebih luas untuk membawa apa yang disebut pelajaran mesin ke robotika. Para peneliti sedang mengeksplorasi teknik serupa di daerah-daerah seperti University of California, Berkeley, dan OpenAI, lab kecerdasan buatan yang didirikan oleh gembong Silicon Valley, Elon Musk dan Sam Altman. Dalam sebagian bulan terakhir, kedua daerah sudah melahirkan para pemula yang mencoba untuk mengkomersilkan profesi mereka.
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar