Jumat, 17 Mei 2019

SMOKIES sekarang dibekali teknologi LoRA

SMOKIES sekarang dibekali teknologi LoRA - Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBMTC) BPPT menyempurnakan teknologi sensor pengawasan level air di lahan gambut (SMOKIES) dengan menambahkan sistem komunikasi data Long Range Access (LoRA).

“Penerapan LoRA pada sistem SMOKIES ini, sebab banyaknya lokasi pemantuan yang tidak terdapat infrastruktur seluler,” ujar Kepala BBMTC Tri Handoko Seto di Jakarta, Kamis (16/5). 

Sistem Monitoring Online Kandungan Air Lahan Gambut Indonesia guna Early Warning System (SMOKIES) adalahsuatu sistem informasi secara near real time pengukuran langsung pada lahan gambut untuk mengawasi potensi kebakaran hutan.

Google Image  - SMOKIES sekarang dibekali teknologi LoRA

Kompas Teknologi  - SMOKIES sekarang dibekali teknologi LoRA

SMOKIES adalah terobosan sebab selama ini belum ada cara akuntabel guna pelaksanaan TMC sebagai upaya preventif. “Penerapan SMOKIES ini supaya ada acuan yang akuntabel untuk operasionalisasi TMC guna pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Parameter lahan gambut diukur dengan memakai AWS (Automatic Weather Station) dan sistem telemetri yang mempunyai sifat customizing. Dari 18 parameter, BBTMC memutuskan tiga yang berpengaruh mengindikasikan kebakaran, yakni curah hujan, kelembaban tanah dan tinggi muka air. Teknologi ini bisa mendeteksi pada level tertentu bakal terjadi kebakaran hutan.

Baca Juga : Teknologi Digital Mulai Digunakan guna Perikanan Budidaya Nasional

Data yang terukur dikoleksi ke gateway malalui gelombang radio pada frekuensi 915 Mhz. Dari sejumlah node (titik komunikasi) pengukuran yang terkumpul di gateway, data lantas diteruskan melewati jalur internet ke server guna divisualisasikan melewati website.

SMOKIES disempurnakan dengan sistem komunikasi LoRA yang bisa menjangkau wilayah yang tidak terdapat sinyal GSM. “Dengan pertolongan LoRA ini maka telemetri data dari wilayah blank spot masih dapat ditanggulangi dengan baik,” ujar Tri Handoko Seto.

Peneliti Madya BPPT Moh. Djazim Syaifulloh mengemukakan secara teoritis teknologi LoRA dapat merangkum area radius sejauh 15 km dari gateway. “Pilot project distrik area sejauh 7.5 km dari gateway,” ujarnya.

Djazim menambahkan guna satu gateway yang terpasang secara baik di menara dengan elevasi kira-kira 20 meter diatas permukaan tanah. Namun demikian cakupan dapat dilipatgandakan sejauh 30 meter, dengan teknik membuat node menjadi repeater.

BBMTC telah merintis proyek percontohan SMOKIES dengan sistem komunikasi LoRA di dua daerah, yakni Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. “Target kami guna teknologi ini ialah terjaminnya data yang yang terkirim secara kesinambungan dan kehandalan sistem yang kami bangun, dari pilot projek yang sudah ada,” ujarnya.
Perekayasa BPPT Supriyono menuliskan SMOKIES tidak melulu diperuntukkan untuk lahan gambut, akan namun dapat diaplikasikan di lokasi perkebunan atau pertanian, yang mempunyai potensi kebakaran paling besar.


“Kurangnya perhatian darah terasing di luar Jawa yang tidak mendapat perhatian oleh operator selular untuk software Internet of Thing (IoT) dapat memakai teknologi ini,” ujarnya.

Data BBMTC mencatat pekerjaan TMC guna penanggulangan kebakaran hutan semakin meningkat. Dari periode 2011-2016 terdaftar 24 pekerjaan TMC di sekian banyak  daerah. Bandingkan dengan periode sebelumnya (2001-2010) yang melulu tujuh pekerjaan saja. 

Supriyono, menuliskan bahkan Daerah Aliran Sungai atau DAS yang membutuhkan pemantauan tinggi muka air secara kontinyu dan termasuk wilayah blank spot sinyal GSM pun dapat memakai teknologi ini.(ak)
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar